Perjalanan panjang desa kami dari masa ke masa, membangun warisan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang
Desa Pinaling terletak di Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Desa ini berada di sebuah lembah yang memanjang dari timur ke barat, diapit oleh Bukit Lamo dan Ranoimbale yang membentang dari utara ke selatan.
Di sisi timur desa mengalir Sungai Pentu yang berasal dari lereng Gunung Soputan. Lokasinya sekitar 2 km ke arah timur dari jalan provinsi atau jalan negara, menjadikannya lokasi yang strategis namun tetap mempertahankan ketenangan pedesaan.
Desa Pinaling terletak di lembah yang membentang dari timur ke barat, diapit oleh dua bukit yang memanjang dari utara ke selatan: Bukit Lamo dan Ranoimbalek.
Penduduk Pinaling awalnya berasal dari Tompaso pada abad ke-17, dipimpin oleh Rampangayow dan beberapa keluarga yang meninggalkan pemerintahan Tompaso. Mereka mencari tempat baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Perjalanan mereka tidaklah mudah. Mereka pertama menetap di Lekuan, namun kemudian berpindah-pindah tempat hingga akhirnya menemukan lokasi yang ideal di lembah yang sekarang menjadi Desa Pinaling. Di sinilah mereka memutuskan untuk menetap secara permanen dan membangun komunitas yang kuat.
Desa Pinaling diberkahi dengan sistem hidrologi yang luar biasa. Di sisi timurnya mengalir Sungai Pentu, yang bermula dari lereng Gunung Soputan di barat. Sungai Pentu mengalir melewati kebun desa, kemudian menyatu dengan Sungai Ranowangko sekitar 1,5 km dari desa. Selain itu, Sungai Malulu juga mengalir melalui kebun Pinaling dan bergabung dengan Sungai Pentu sekitar 200 m sebelah timur Desa Lopana.
Beberapa anak sungai (serokan) menambah debit air sehingga, meski musim kemarau panjang, aliran tak pernah kering. Masyarakat memanfaatkan aliran ini dengan membendungnya untuk irigasi sawah, kolam ikan, dan menanam kangkung.
Warga Desa Pinaling mayoritas merupakan suku Minahasa Tontemboan yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya dan adat istiadat leluhur. Kehidupan sosial masyarakat berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila, adat istiadat, dan budaya setempat.
Perpaduan antara tradisi leluhur dan nilai-nilai modern membentuk karakter masyarakat Pinaling yang gotong royong, religius, dan menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.
Warisan budaya suku Minahasa yang masih dilestarikan hingga kini
Sistem irigasi dan bendungan tradisional untuk pertanian